NUKLIR MASA DEPAN KITA
Kenapa masa depan kita bergantung pada NUKLIR???
Nuklir
merupakan sumber masa depan manusia. Manusia pasti akan membutuhkan nuklir
dalam jangka panjang ataupun pendek. Semakin menipisnya ketersediaan bahan bakar fosil menyebabkan
munculnya suatu kebutuhan akan energi alternatif yang baru dan juga terbatukan.
Salah satu jenis dari energi alternatif tersebut adalah energi nuklir.
Namun
kehadiran energi nuklir di Indonesia masih mendapat tentangan dari masyarakat.
Padahal jika dibandingkan dengan jenis energi-energi lain yang telah digunakan
sebagai bahan bakar suatu pembangkit listrik, energi nuklir akan menjadi suatu opsi
energi alternatif yang baik sekali. Keberadaan teknologi nuklir, oleh sebagian
masyarakat dipersepsikan sebagai senjata, bom, atau hal-hal lain yang
negatif. Padahal, keberadaan nuklir, sangat bermanfaat di berbagai bidang yaitu: kesehatan, pertanian, rumah sakit dan lain-lain.
Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) merupakan wadah
untuk kita saling mengenal nuklir menjadi lebih dekat, kita bisa memanfaatkan
BATAN untuk mengetahui bagaimana nuklir tersebut dapat dimanfaatkan, dan kita
juga bisa banyak menanyakan apa saja kekurangannya kemudian bagaimana cara
menangani nuklir tersebut. DiIndonesia kita mempuyai reaktor nuklir. Kita
bisa Melihat reaktor nuklir di BATAN Serpong. Kawasan
Batan terdiri atas beberapa gedung dengan salah satu gedung terbesar adalah
gedung reaktor nuklir bernama Swambessy.
Kemudian kita sering sekali mendengar kata nuklir akan
tetapi kita juga harus mengetahui, makna dari
nuklir tersebut yaitu menurut Wikpedia Bahasa Indonesia, Kata nuklir berarti
bagian dari atau yang berhubungan dengan nukleus atom
(inti atom). Banyak orang-orang yang mengenal nuklir akan
tetapi tidak tahu nuklir tersebut dibuat dari apa. Bahan pembuat nuklir adalah Uranium. Uranium merupakan unsur radioaktif.
Berikut ini adalah pengertian uranium dan cara kerjanya menurut Organisasi
Nuklir Dunia atau World Nuclear Assosiation yang dapat dilihat di www.world-nuclear.org :
·
Uranium adalah logam
yang sangat berat yang dapat digunakan sebagai sumber berlimpah energi
terkonsentrasi.
· Uranium terjadi pada sebagian
besar batu di konsentrasi 2 sampai 4 bagian per juta dan adalah sebagai umum
dalam kerak bumi sebagai timah, tungsten dan molybdenum. Uranium terjadi dalam
air laut, dan dapat pulih dari lautan.
· Uranium ditemukan pada
tahun 1789 oleh Martin Klaproth, seorang kimiawan Jerman, dalam mineral yang
disebut bijih-bijih uranium. Hal ini dinamakan planet Uranus, yang telah
ditemukan delapan tahun sebelumnya.
· Uranium rupanya
dibentuk pada supernova sekitar 6,6 miliar tahun yang lalu. Meskipun tidak umum
di tata surya, hari ini peluruhan radioaktif yang lambat menyediakan sumber
utama panas di dalam bumi, menyebabkan konveksi dan pergeseran benua.
· Kepadatan tinggi
uranium berarti bahwa ia juga menemukan menggunakan dalam keels dari yacht dan
sebagai counterweight untuk kontrol permukaan pesawat, serta untuk perisai
radiasi.
· Uranium memiliki titik
lebur adalah 1.132 ° C. Simbol kimia untuk uranium adalah U.
Selain
dari itu ternyata nuklir memiliki banyak kegunaan. Berikut ini beberapa
kegunaan nuklir yang telah digunakan antara lain:
1. Sebagai Sumber Listrik yang Hemat
Lebih dari 14% dari listrik dunia dihasilkan dari uranium dalam
reaktor nuklir. Jumlah ini lebih dari 2500 miliar kWh setiap tahun, seperti
halnya dari semua sumber listrik di seluruh dunia pada tahun 1960. Ini berasal
dari beberapa 440 reaktor nuklir dengan kapasitas produksi total sekitar 377
000 megawatt (MWe) yang beroperasi di 30 negara. Lebih dari 60 reaktor lagi
sedang dibangun dan lain 150 yang direncanakan.
2. Senjata Militer
Kedua uranium dan plutonium yang digunakan untuk membuat bom
sebelum mereka menjadi penting untuk membuat listrik dan radioisotop. Jenis
uranium dan plutonium untuk bom berbeda dari yang di pembangkit listrik tenaga
nuklir. Bom-grade uranium sangat diperkaya (> 90% U-235, bukannya sampai
dengan 5%), bom-plutonium yang cukup murni Pu-239 (> 90%, bukan 60% dalam
reaktor-grade) dan dibuat dalam reaktor khusus.
3. Radio Isotop
Dalam kehidupan sehari-hari kita membutuhkan makanan, air dan
kesehatan yang baik. Dalam dunia kedokteran, radioisotop secara luas digunakan
untuk diagnosis dan penelitian. Pelacak kimia radioaktif memancarkan radiasi
gamma yang menyediakan informasi diagnostik tentang seseorang anatomi dan
fungsi organ tertentu. Radioterapi juga menggunakan radioisotop dalam
pengobatan beberapa penyakit, seperti kanker. Lebih kuat sumber gamma digunakan
untuk mensterilkan jarum suntik, perban dan peralatan medis lainnya. Sekitar
satu orang dalam dua di dunia barat kemungkinan akan mengalami manfaat dari
kedokteran nuklir di masa hidup mereka, dan gamma peralatan sterilisasi hampir
universal.
Dalam pengawetan makanan, radioisotop yang digunakan untuk
menghambat tumbuh tanaman akar setelah panen, untuk membunuh parasit dan hama,
dan untuk mengontrol pematangan buah dan sayuran disimpan. Iradiasi pangan
diterima oleh dunia dan nasional otoritas kesehatan untuk konsumsi manusia
dalam peningkatan jumlah negara. Mereka meliputi kentang, bawang, buah-buahan
kering dan segar, biji-bijian dan produk biji-bijian, unggas dan ikan. Beberapa
makanan prepacked juga dapat diradiasi.
Dalam ternak tumbuh tanaman dan peternakan, radioisotop juga
memainkan peran penting. Mereka digunakan untuk memproduksi hasil tinggi,
varietas tahan penyakit dan tahan cuaca tanaman, untuk mempelajari bagaimana
pupuk dan insektisida bekerja, dan untuk meningkatkan produktivitas dan
kesehatan hewan domestik.
Industri, dan pertambangan, mereka digunakan untuk memeriksa
Welds, untuk mendeteksi kebocoran, untuk mempelajari laju memakai logam, dan
untuk di-stream analisis berbagai mineral dan bahan bakar.
Ada banyak kegunaan lain. Sebuah radioisotop berasal dari
plutonium yang terbentuk dalam reaktor nuklir digunakan dalam detektor asap
kebanyakan rumah tangga. Radioisotop digunakan untuk mendeteksi dan
menganalisis polutan di lingkungan, dan untuk mempelajari gerakan air permukaan
di sungai dan juga air tanah.
Ada juga kegunaan lain untuk reaktor. Sekitar 200 kecil
nuklir reaktor daya sekitar 150 kapal, sebagian besar kapal selam, tetapi mulai
dari pembuka percakapan ke kapal induk.Ini bisa tinggal di laut untuk waktu
yang lama tanpa harus melakukan pengisian bahan bakar berhenti.
Panas yang dihasilkan oleh reaktor nuklir juga dapat
digunakan secara langsung dan bukan untuk menghasilkan listrik. Di Swedia dan
Rusia, misalnya, digunakan untuk memanaskan bangunan dan untuk menyediakan
panas untuk berbagai proses industri seperti desalinasi air. Desalinasi nuklir
kemungkinan menjadi wilayah pertumbuhan utama dalam dekade
berikutnya. Tinggi suhu panas dari reaktor nuklir kemungkinan akan
dipekerjakan dalam beberapa proses industri di masa depan, terutama untuk
membuat hidrogen.
Salah satu contoh nuklir merupakan masa depan kita yaitu
adalah PLTN. Kenapa harus PLTN? Karena manusia tidak bisa hidup tanpa listrik. Tanpa
listrik kita tidak bisa hidup. Dari realitas kekinian kita sebenarnya bisa menangkap peluang
yang tiada terkira dari penggunaan nuklir. Kita bisa belajar dari Negeri
Ginseng—Korea Selatan—semenjak bergulirnya penelitian nuklir, Korea Selatan
sejak 1978—2005 telah bisa membangun pembangkit nuklir mencapai 20 unit. Angka
ini bertambah menjadi 22 unit pada saat ini dan akan terus ditambah lagi
menjadi 28 unit pada tahun-tahun mendatang. Saat ini sekitar 40% dari kebutuhan
listrik masyarakat di Korea Selatan dipasok PLTN. Luar biasa bukan!
Kita juga bisa melihat perbandingan negara lain.
Misalnya Negara Matahari Terbit—Jepang, negeri ini kini justru memiliki jumlah
unit PLTN lebih besar dibandingkan dengan Korea Selatan. Jumlah unit PLTN di
Jepang kini mencapai 55 unit dan dalam waktu dekat akan bertambah 2 unit serta
11 unit dijadwalkan akan dibangun pada masa mendatang. Saat ini pasokan listrik
dari unit PLTN telah mendominasi energi alternatif lainnya (LNG, minyak bumi,
dan batu bara) dengan kontribusi di atas 30%. Sangat fantastis bukan!
Penggunaan nuklir sebagai sumber pasokan energi
telah banyak diaplikasikan di negara-negara maju. Tercatat negara-negara eropa,
seperti Prancis dan Amerika, telah mampu memanfaatkan energi ini untuk
kebutuhan listrik nasional mereka dengan proporsi masing-masing sebesar 77,68%,
27%, dan 19,86%. Alasan ini bukan ingin mereduksi pengaruh negara luar agar
nuklir menjadi bahan yang terbaik bagi listrik nasional. Melainkan kita harus
bisa membaca pengaruh dan potensi positif dari nuklir sebagai energi masa depan
Indonesia.
Dengan berpegang pada prinsip kajian empiris,
negara di atas ini telah melangkah pesat dalam membangun PLTN dalam 30 tahun
belakangan ini. Tentu saja, pemberlakuan nuklir di negara di atas bagian dari
studi komparatif dan empiris agar bangsa ini belajar dari kesuksesan negara
luar. Belajar dari keberhasilan negara di atas. Kita selayaknya membuka
lebar-lebar peluang yang akan dihasilkan dari PLTN. Bukan mengkritik tanpa
dasar saintifik yang jelas.
Melihat potensi sumber energi Indonesia ternyata
sumber energi nuklir lumayan besar tapi belum digunakan sama sekali. Indonesia
memiliki sumber daya uranium sebayak 24.112 ton yang setara dengan 33,0 GW yang
sumbernya berasal dari Gunung Kalan, Kalimantan Barat.
Penggunaan sumber energi nuklir di Indonesia,
BATAN sendiri sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap nuklir di
Indonesia sebenarnya telah membuat suatu roadmap sektor energi nuklir yang
terdapat pada buku putih energi. Dalam roadmap tersebut, kita ketahui dengan
jelas seharusnya PLTN I & II di Indonesia dibangun pada 2010 dan 2011
dengan harapan pada 2016 dan 2017 pembangkit ini dapat beroperasi. Pembangkit
ini diharapkan dapat menghasilkan energi sebesar 4 × 1.000 MWe. Namun,
kenyataannya sampai sekarang—2015, pembangunan PLTN ini belum terealisasi.
Diharapkan dengan penggunaan energi nuklir ini,
Peraturan Presiden RI No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional dapat
terpenuhi dengan energi nuklir memegang peranan 5% dari energi nasional
Indonesia dan penggunaan energi minyak bumi berkurang di bawah 20% sehingga
terjadi keseimbangan energi Indonesia pada 2025. Pembangunan pembangkit nuklir
harus merupakan rencana panjang pemerintah untuk mengatasi krisis energi.
Apabila dibandingkan dari aspek pembangkit, pembangkit listrik
tenaga nuklir (PLTN) mempunyai banyak kelebihan dibandingkan
pembangkit-pembangkit yang lainnya. Tanpa mengesampingkan faktor keamanan,
dengan teknologi yang ada sekarang, biaya pembangunan dan perawatan pembangkit
listrik tenaga nuklir dapat diminimalisir. Biaya yang dibutuhkan untuk proses
pembangkitan pada PLTN juga relatif lebih stabil dibandingkan pada pembangkit
listrik yang menggunakan energi fosil seperti pada bahan bakar minyak (BBM) dan
batu bara. PLTN juga tidak membutuhkan biaya eksternal yang banyak karena emisi
dan limbah yang dihasilkan oleh PLTN sangat rendah dibandingkan pembangkit
listrik lainnya, sehingga tidak merusak lingkungan.
Menurut Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), 1 uranium mempunyai
nilai yang setara dengan 13.7 barrell minyak atau 2.3 ton batubara yang apabila
digunakan bisa menghasilkan listrik hingga 1MWd (1 Mega Watt Days). Jika
dilihat dari aspek emisi, Nuklir juga menempati posisi paling rendah dalam
menghasilkan buangan CO2. Untuk ketersediaan bahan, uranium masih sangat banyak
tersedia dan dapat di daur ulang, dimana bahan bakar yang lain seperti minyak
dan batu bara diperkirakan akan habis beberapa puluh tahun kedepan.
Sayang sekali kehadiran energi nuklir dan pembangkit listrik tenaga
nuklir masih menimbulkan kontroversi dan perdebatan di kalangan masyarakat.
Padahal dengan perawatan dan pengoperasian yang baik, pembangkit listrik tenaga
nuklir akan membantu negara dalam aspek ekonomi dan juga perawatan lingkungan
dalam masalah pemanasan global. Bayangkan saja, menurut penilitian,
ketersediaan bahan bakar minyak akan habis sekitar 42 tahun lagi, gas alam 62
tahun, dan batu bara 224 tahun. Padahal dengan penggunaan teknologi daur ulang,
energi nuklir dapat digunakan hingga 3600 tahun.
Pembangkit nuklir memang membutuhkan investasi
awal yang besar, waktu pembangunan yang relatif lama tapi hasil yang akan
didapatkan akan sebanding. Lagi pula, pembangkit tenaga nuklir merupakan
pembangkit dengan emisi karbon dioksida (CO2) yang sangat rendah sehingga
negara kita ikut berperan aktif dalam pengurangan emisi untuk mengurangi global
warming.
Pembangunan PLTN dapat berhasil jika dan hanya
jika pemerintah memiliki konsensus yang besar dan mau bekerja sama pemerintah
daerah dan masyarakat. Kekhawatiran terhadap korupsi tidak akan memberikan
solusi terhadap upaya suatu negara dalam mengatasi krisis energi yang
dihadapinya. Dan yang lebih penting lagi adalah sosialisasi
intensif dan terus-menerus sehingga masyarakat paham dan peduli dalam jangka
panjang PLTN adalah salah satu jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan energi
masyarakat.
Akankah Indonesia punya pembangkit listrik tenaga
nuklir? sampai saat ini pembangunan PLTN hanya sebatas rencana, padahal
sesungguhnya pembangunan PLTN itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi
nasional yang semakin meningkat. Sedangknan pemanfaatan energi terbarukan yang
lain seperti angin, sinar matahari, air, panas bumi dan energi yang yang tidak begitu
optimum. Konsumsi energi Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk 237 juta
menjadikan Indonesia membutuhkan sumber energi yang besar pula. Apalagi dengan
semakin sedikitnya cadangan energi fossil yang ada menjadikan alasan adanya
rencana pembangunan PLTN di Indonesia. Kenapa kita harus memilih nuklir? Nuklir
tidak mencemarkan udara. PLTN tidak menghsilkan karbon dioksida, sulfur
dioksida, nitrogen oksida. Tidak seperti batu bara, gas, dan minyak bumi yang
menghasilkan produk sisa. Menghasilkan bahan-bahan sisa padat lebih sedikit.
cadangan sumber bahan bakar nuklir melimpah. Menurut BATAN, Indonesia mempunyai
70.000 ton cadangan uranium. Lebih ekonomis, Energi nklir adalah energi yang
murah untuk dihasilkan, ini menjadikan nuklir sebagi energi alternatif yang
luar biasa. Pemilihan letak lebih luwes. Pembangkit listrik tenaga listrik
tidak memakan banyak ruang sehingga sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan
pembangkit listrik yang lain. Namun pada kenyataanya nuklir tidaklah mudah
diterima di negeri ini.
Rencana Nuklir di Indonesia banyak dikritik oleh
Greenpeace dan grup individual lainnya. Hal yang menjadi alasan penolakan
terhadap nuklir adalah: Ledakan menghasilkan radiasi nuklir. Radiasi ini
merusak sel-sel tubuh manusia, memang tidak terlihat pada orangnya langsung,
tapi sangat berpengaruh pada keturunannya. Contoh kecelakaan pada PLTN adalah
kecelakaan PLTN Fukushima dan Chernobyl. Biaya Pembangunan PLTN lebih besar dan
membutuhkan waktu yang lebih lama. Nuklir menghasilkan sisa abahan radioaktif
yang berumur sangat panjang sehingga harus disimpan di tempat aman dalm jangka
waktu yang lama. Terdapat banyak gunung berapi di Indonesia. Ketergantungan
masyarakat yang besar kepada energi fossil menyebakan sulit untuk beralih ke
energi nuklir. Sebenarnya setiap teknologi tidak 100% yang aman, semua
mempunyai resikonya masing-masing.
Dengan diterimanya pembangkit listrik tenaga nuklir oleh
masyarakat, secara tidak langsung juga akan berpengaruh dengan terbukanya
lapangan kerja. Tidak hanya itu, selain pada pembangkit listrik, energi nuklir
tersebut juga bisa dimanfaatkan pada bidang-bidang lain seperti peternakan,
pertanian, pertambangan, dan juga kedokteran.Di masa mendatang, pemakaian
energi nuklir tentu akan semakin berkembang dan akan lebih maju lagi, tidak
hanya sekedar untuk pembangkit listrik saja, tetapi juga pada bidang-bidang
lainnya. Mungkin sudah saatnya masyarakat kita untuk terbuka dan menerima
kehadiran energi nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir di kehidupan kita.Kita sebagai pengguna teknologi harus bijak
menggunakan teknologi sehingga dapat meminimalisir dampak negatif tersebut.
Jadi bagaimana menurut anda jika di dibangun PLTN?
Daftar Pustaka
Comments
Post a Comment